Survey atau Survei?

Bahasa Indonesia, sebagai bahasa yang senantiasa mengalami perkembangan, tidak akan terlepas dari pengaruh bahasa lain, terutama bahasa Inggris. Pengaruh bahasa internasional itu pada umumnya berupa kata-katanya yang “menyusup” ke dalam kosakata bahasa Indonesia. Kosakata-kosakata bahasa asing (baca Bahasa Inggris) dimaksud ada yang sudah resmi dipinjam dan ada pula yang masih dipertahankan sesuai aslinya meskipun dipakai dalam tuturan bahasa Indonesia. Akan tetapi, fakta menunjukkan masih ada penutur bahasa Indonesia yang belum mengetahui bagaimana penulisan kata-kata asing yang sudah dipinjam secara resmi dengan benar, seperti survey dan interview. Bagaimana kedua kata pinjaman itu seharusnya ditulis?

Baca lebih lanjut

Masuk ke Dalam; Keluar ke Mana?

Anda tentu sering mendengar orang bertanya, “Kalau masuk ke dalam, keluar arahnya ke mana?” Sebuah pertanyaan yang ada kalanya sulit dijawab. Bukankah demikian? Hal itu memang benar dan barangkali belum ada yang berupaya memberikan jawaban dengan meyakinkan. Di pihak lain, terdapat beberapa ungkapan setipe dengan masuk ke dalam tersebut. Melalui tulisan singkat ini, pertanyaan yang seolah tidak terjelaskan itu mudah-mudahan dapat dijawab.  Isi tulisan singkat ini juga diharapkan dapat meluruskan pemahaman tentang ungkapan-ungkapan, seperti masuk ke dalam dan setipenya, yang sebenarnya termasuk dalam kesalahan umum berbahasa Indonesia tersebut.

Baca lebih lanjut

Kami dan Kita Memang Berbeda

Kita? Lo aja kali gue kagak. Kalimat tersebut sempat populer beberapa waktu lalu. Tuturan seperti itu menjadi demikian populer karena memang awalnya diucapkan para artis dalam konteks becandaan pada sebuah acara di salah satu televisi swasta. Setiap orang yang mendengar kalimat itu tentu mengetahui maksudnya bahwa ketika pembicara menyebut kita, pendengar mengelak keterlibatnya dalam sebuah aktivitas atau keadaan tertentu. Kata kita yang mewakili penutur jamak itu menarik untuk dibicarakan karena akhir-akhir ini ada kesalahan penggunaan kata ganti tersebut oleh kalangan tertentu. Sebuah fenomena kesalahan berbahasa yang mungkin tak terperhatikan dan dianggap sepele, namun patut diluruskan.

Baca lebih lanjut